Namun lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet. dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20.
BerkembangnyaPeradaban Yunani. Pada Zaman 1000 SM, Pulau Kreta kedatangan bangsa pengembara dari suku Achaea, lonia, Aeolia, dan Doria. Suku yang terkenal ialah suku lonia. Suku lonia kemudian bercampur dengan penduduk asli. Percampuran inilah yang menurunkan bangsa Yunani. Dengan setelah runtuhnya peradaban Pulau Kreta, sejarah Eropa Kuno
1 1Analisa Perekonomian IndonesiaPasca Krisis Ekonomi Eropa 2012Bab I. PendahuluanA. Latar BelakangKondisi global menghadapi tekanan yang berat karena krisis keuangan Eropa
Dalamrangka kerjasama masyarakat Eropa, telah dikembangkan konsep "Pasar Tunggal Eropa". I. AFTA AFTA adalah kerjasama ekonomi intra ASEAN, yang pertama kali dicetuskan dalam KTT ASEAN ke-4 di Singapura tanggal 27-28 Januari 1992, tetapi secara resmi dimulai 1 Januari 1993.
C Konsep Islam tentang Produksi, Distribusi, dan Konsumsi. Di dalam sebuah sistem ekonomi terdapat tiga unsur yang keberadaannya menjadi karakteristik dari sistem ekonomi yang bersangkutan. Ketiga unsur tersebut adalah produksi, distribusi, dan konsumsi. Di bawah ini akan dijelaskan ketiga unsur tersebut dalam perspektif Islam.
Rz1fG. EKONOMI INTERNASIONAL MASYARAKAT EKONOMI ASEAN MEA DAN SISTEMEKONOMI AMERICA DALAM PEREKONOMIAN DUNIA Disusun Oleh No Nama NIM 1 Rossana Dewi Novianti 140113160066 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya terutama nikat sehat dan kesempatan sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Masyarakat Ekonomi Asean MEAdan Sistem Ekonomi America Dalam Perekonomian Dunia ” ini, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Baginda Muhammad saw yang telah menjadikan suri tauladan bagi umat diseluruh alam. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Internasional. Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada dosen pengampu Misubargo,SE.,MM mata kulia Ekonomi Internasional. Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pembuatan-pembuatan makalah yang akan datang. Sukadana, 15 Febuari 2016 Penulis DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………. i Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………….1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………………….. 1 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………….. 3 Tujuan……………………………………………………………………………………………………………. 3 BAB II PEMBAHASAN Adanya Masyarakat Ekonomi Asean bagi Indonesia……… 4 Landasan Teori…………………………………………………………………………………………….. 4 . Peluang Dan Tantangan Indonesia Dalam Mea……………………………………………….. 5 Resiko Yang Dihadapi Indonesia Saat Mea…………………………………………………….. 7 Cara Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean……………………………………………….. 9 Sistem Ekonomi America Dalam Perekonomian Dunia………………………………. 12 BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………………………. 13 KESIMPULAN………………………………………………………………………………………….. 13 SARAN……………………………………………………………………………………………………… 13 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………….. 14 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan Siapkah anda menghadapi persaingan di tahun 2015? Sudah seharusnya kita bersiap menghadapi ketatnya persaingan di tahun 2015 mendatang. Indonesia danindustri-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA. MEA merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir industry ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Terdapat empat hal yang akan menjadi industry MEA pada tahun 2015 yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia, yakni Pertama, ndust-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu ndust ke ndust lainnya di kawasan Asia Tenggara. Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights IPR, taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil; terdapat perlindungan berupa ndust jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen; mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan ndust Double Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online. Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah UKM. Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi. Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah industri untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. 1Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global. Dari latar belakang diatas, maka dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai “Peluang, tantangan, dan Resiko bagi Indonesia dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”. Rumusan Masalah Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai Peluang, tantangan, dan Resiko bagi Indonesia dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Masalah ini diambil karena adanya pasar bebas ASEAN di Indonesia. Dalam makalah ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut Apa saja peluang dan tantangan yang bisa kita ambil dalam program MEA? Apa saja resiko yang akan ditanggung Indonesia dalam menghadapi MEA? Tujuan Makalah Dari rumusan masalah diatas, maka secara umum tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan peluang, tantangan, dan resiko yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN agar masyarakat mampu menghadapi persaingan pasar global. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui secara jelas mengenai Peluang dan tantangan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam MEA. Resiko yang dihadapi Indonesia saat MEA. BAB II PEMBAHASAN Adanya Masyarakat Ekonomi Asean bagi Indonesia Landasan Teori Masyarakat Ekonomi Asean adalah integrasi kawasan ASEAN dalam bidang perekonomian. Pembentukan MEA dilandaskan pada empat pilar. Pertama, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan pilar terakhir adalah integrasi ke ekonomi ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan dan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat ASEAN. Integrasi ini diharapkan akan membangun perekonomian ASEAN serta mengarahkan ASEAN sebagai tulang punggung perekonomian Asia. Dengan dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori dalam sebuah pasar bebas. MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan menjadi pasar tunggal. Sebagai pasar tunggal, arus barang dan jasa yang bebas merupakan sebuah kemestian. Selain itu negara dalam kawasan juga diharuskan membebaskan arus investasi, modal dan tenaga terampil. MEA memang sebuah kesepakatan yang mempunyai tujuan yang luar biasa namun beberapa pihak juga mengkhawatirkan kesepakatan ini. Arus bebas barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja tersebut tak pelak menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi beberapa pihak. Dalam hal ini pasar potensial domestik dan lapangan pekerjaan menjadi taruhan. Sekedar bahan renungan, indek daya saing global Indonesia tahun 2013-2014 rangking 38 yang jauh di bawah Singapura 2, Malaysia 24, Brunai Darussalam 26 dan satu peringkat di bawah Thailand 37. Di sisi lain coba kita lihat populasi Indonesia yang hampir mencapai 40% populasi ASEAN. Sebuah pasar yang besar tapi tak didukung daya saing yang maksimal. Jangan sampai Indonesia mengulang dampak perdagangan bebas ASEAN China. Berharap peningkatan perekonomian malah kebanjiran produk China. Peluang dan tantangan Indonesia dalam kegiatan Masyarakat Ekonomi ASEAN Pada Sisi Perdagangan Menurut Santoso pada tahun 2008 Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjual-belikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik. Pada Sisi Investasi kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknyaForeign Direct Investment FDI yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia human capital dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Aspek Ketenagakerjaan Terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar. Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara. Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta. Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi. Jadi, penulis menyimpulkan bahwa peluang dan tantangan Indonesia dalam Mayarakat Ekonomi ASEAN sangatlah besar. Indonesia dapat memperoleh beberapa keuntungan diantaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun hal itu juga harus diikuti oleh perbaikan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam semaksimal mungkin. Resiko yang dihadapi Indonesia saat MEA competition risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri. 2. exploitation risk dengan skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung. employment risk dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN. Menurut Media Indonesia, Kamis 27 Maret 2014, dengan adanya pasar barang dan jasa secara bebas tersebut akan mengakibatkan tenaga kerja asing dengan mudah masuk dan bekerja di Indonesia sehingga mengakibatkan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat di bidang ketenagakerjaan. Saat MEA berlaku, di bidang ketenagakerjaan ada 8 delapan profesi yang telah disepakati untuk dibuka, yaitu insinyur, arsitek, perawat, tenaga survei, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi, dan akuntan Hal inilah yang akan menjadi ujian baru bagi masalah dunia ketenagakerjaan di Indonesia karena setiap negara pasti telah bersiap diri di bidang ketanagakerjaannya dalam menghadapi MEA. Bagaimana dengan Indonesia? Dalam rangka ketahanan nasional dengan tetap melihat peluang dan menghadapi tantangan bangsa Indonesia di era MEA nantinya, khususnya terhadap kesiapan tenaga kerja Indonesia sangat diperlukan langkah-langkah konkrit agar bisa bersaing menghadapi tenaga kerja asing tersebut. Namun disisi lain, dengan adanya MEA, tentu akan memacu pertumbuhan investasi baik dari luar maupun dalam negeri sehingga akan membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, penduduk Indonesia akan dapat mencari pekerjaan di negara ASEAN lainnya dengan aturan yang relatif akan lebih mudah dengan adanya MEA ini karena dengan terlambatnya perekonomian nasional saat ini dan didasarkan pada data Badan Pusat Statistik BPS, jumlah pengangguran per februari 2014 dibandingkan Februari 2013 hanya berkurang orang. Padahal bila melihat jumlah pengguran tiga tahun terakhir, per Februari 2013 pengangguran berkurang orang, sementara pada Februari 2012 berkurang orang, dan per Februari 2011 berkurang sebanyak orang Koran Sindo, Selasa, 6 Mei 2014. Dengan demikian, hadirnya MEA diharapkan akan mengurangi pengangguran karena akan membuka lapangan kerja baru dan menyerap angkatan kerja yang ada saat ini untuk masuk ke dalam pasar kerja. Untuk itu, penulis menyimpulkan bahwa resiko yang akan muncul dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah persaingan industri lokal dengan industri asing, pengeksploitasian sumber daya alam oleh Negara asing, serta persaingan tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing yang lebih berkualitas. Cara menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Banyak cara sekaligus persiapan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA pada 2015. Hal ini juga merupakan tantangan karena sejatinya pola pikir dan semangat pemerintah serta para pelaku ekonomi Indonesia masih seperti biasanya. Menurut ekonom dari Universitas Islam Indonesia UII Yogyakarta Edy Suandi Hamid, pemerintah dan pelaku ekonomi harus lebih ofensif menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dengan memperluas pasar barang, jasa, modal, investasi, dan pasar tenaga kerja. Adanya MEA harus dipandang sebagai bertambahnya pasar Indonesia menjadi lebih dari dua kali lipat, yakni dari 250 juta menjadi 600 juta,” katanya. Dengan pola pikir dan semangat seperti itu, dia berharap Indonesia dapat memetik manfaat optimal dari MEA. Perekonomian harus didorong lebih cepat tumbuh, ekspansif, dan berdaya saing, bukan sebaliknya. Menurut diplomat senior Makarin Wibisono juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi MEA 2015, Indonesia perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan sektor jasa. “Liberalisasi pasar jasa akan menguntungkan bagi Indonesia dalam dinamika MEA,” kata Makarim dalam seminar Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, liberalisasi pasar jasa menguntungkan karena meningkatkan kualitas serta menentukan biaya kewajaran bagi tenaga kerja sehingga kemudian meningkatkan daya saing di sektor industri. Pasar jasa yang efisien, menurut Makarim, akan meningkatkan pilihan konsumen, produktivitas, kompetisi, dan kesempatan untuk pembangunan sektor jasa baru. “Jika terjadi inefisiensi, dampak negatifnya pada produktivitas, inovasi, distribusi teknologi, dan menghalangi tercapainya pertumbuhan optimal,” kata Duta Besar Indonesia untuk PBB 2004–2007 ini. Menurut rektor Universitas Sebelas Maret Solo Ravik Karsidi salah satu persiapan UNS adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia SDM dengan hard skill dan soft skill. Dari segi hard skill, UNS mempersiapkan kurikulum agar mahasiswanya mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri. Sementara itu, dari segi soft skill, UNS membekali mahasiswanya dengan persiapan spiritual dan mental melalui pelatihan spiritual quotient SQ. Program ini ditindaklanjuti dengan pelatihan soft skill di tingkat fakultas. Di antara pelatihan itu adalah tentang kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan bahasa. Jadi dapat penulis simpulkan, untuk mengatasi tantangan serta resiko yang mungkin akan muncul dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN dapat dilakukan dengan membekali diri dengan ilmu pengetahuan, menanamkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri, serta mempertajam soft skill dan hard skill masyarakat. Ada 6 Cara Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean MEA Sumber Daya Manusia SDM SDM dituntut untuk lebih kratif,inovatif, cepat dan mampu bersaing. Sumber daya manusia Indonesia ditantanguntuk lebih kompeten dalam menghadapi pasar bebas MEA. Infrastruktur Poin ini perlu disiapkan untuk mendukung SDM yang kompeten. Tanpa infrastruktur yang baik dan memadahi, kinerja SDM akan terganjal. Bahasa Alat untuk menyampaikan informasi adalah bahasa. Karena itu, kita dituntut untuk bias berbahasa asing, paling tidak bahasa inggris. Kualitas Produk Tak dipungkiri, produk yang berkualitas akan menjadi banyak incaran. Tanpa produk yang baik, sepertinya akan sulit untuk berkompetisi. Dalam MEA, kompetisi sudah dipastikan sangat ketat. Kuantitas Produk Jika kualitas produk sudah terpenuhi, tinggal memikirkan kuantitas produk. Seberapa banyak produk yang bias dihasilkan, itu juga harus dipersiapkan dalam mengahapi pasar bebas MEA. Produk Berkelanjutan Jika syarat kualitas dan kuantitas produk sudah terpenuhi, tugas selnjutnya adalah bagaimana produk itu bias berkesinambungan atau continue. Kenapa? Karena tanpa adanya kontinyuitas, kita akan gulung tikar karena konsumen segera beralih ke pedagang lain. SISTEM EKONOMI AMERICA DALAM PEREKONOMIAN DUNIA America adalah salah satu negara terkaya didunia yang memiliki sumberdaya alam yang melimpah, infrastruktur yang maju dan produktifitas yang tinggi. Pendapatan per kapita KKB merupakan yang tertinggi keenam di dunia. Hampir semua negara menjalin kerja sam dengan negara America baik dal am hal ekonomi, militer dan pendidikan. Negara yang terlibat dalam perang dunia I dan II ini memang memiliki pengaruh yang kuat bagi dunia, terutama dalam bidang ekonomi dan politik. Perekonomian America merupakan suatu tonggak penting dalam ekonomi America, America Serikat dengan segala pengaruh pentingnya diseluruh dunia membuat negara ini menjadi panutan dan panduan bagi negara lain. Dalam bidang ekonomi, America perkumpulan menganut sistem kapitalis. Ekonomi America perkumpulan merupakan salah satu yang terpenting didunia. Karena ekonominya sangat kuat dan banyak negara lain menjadikan mata uang America Serikat dollar sebagai tolak ukur nilai tukar mata uangnya. Artinya nilai tukar mata uang sebuah negara bergantung pada nilai uang America. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang tepat antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan social hukum dan kebijakan perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015 mendatang. Saran Sesuai dengan kesimpulan diatas, maka penulis merumuskan saran dalam makalah ini sebagai berikut Hendaknya pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai program Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pemerintah lebih memperhatikan UKM agar mampu bersaing dengan pasar internasional. DAFTAR PUSTAKA diunduh pada tanggal 14 desember 2014 diunduh pada tanggal 14 desember 2014 diunduh pada tanggal 14 desember 2014 diunduh pada tanggal 14 desember 2014
0% found this document useful 0 votes0 views1 pageOriginal Titlemakalah tentang Masyarakat Ekonomi Eropa 2Copyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes0 views1 pageMakalah Tentang Masyarakat Ekonomi Eropa 2Original Titlemakalah tentang Masyarakat Ekonomi Eropa 2Jump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial!
Tentang MEE OLEH WULAN SARI MARYUNI NUR ISLAMIATI KARISMA WAHYU SANTOSO AYFIN XI-RPL 2 SMKN 1 BULUKERTO KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga makalah, “tentana masyarakat ekonomi eropa MEE” ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam belajar masyarakat ekonomi eropaMEE. Serta siswa juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak. Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para siswa akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam belajar masyarakat ekonomi eropaMEE. Januari, 2013 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN MEE pembentukan MEE organisasi MEE MEE menjadi UE BAB V PENUTUP BAB I A. Latar Belakang Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Eropa mengalami kemiskinan dan perpecahan. Usaha untuk mempersatukan Eropa sudah dilakukan. Namun, keberhasilannya bergantung pada dua negara besar, yaitu Prancis dan Jerman Barat. Pada tahun 1950 Menteri Luar Negeri Prancis, Maurice Schuman berkeinginan menyatukan produksi baja dan batu bara Prancis dan Jerman dalam wadah kerja sama yang terbuka untuk negara-negara Eropa lainnya, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya perang. Keinginan itu terwujud dengan ditandatanganinya perjanjian pendirian Pasaran Bersama Batu Bara dan Baja Eropa atau European Coal and Steel Community ECSC oleh enam negara, yaitu Prancis, Jerman Barat Republik Federal Jerman-RFJ, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Italia. Keenam negara tersebut selanjutnya disebut The Six State. B. Rumusan Masalah 1. bagaimana terbentuknya MEE ? 2. Apa tujuan pembentukan MEE ? 3. Bagaimana struktur organisasi MEE ? C. Tujuan 1. Menjelaskan bagaimana terbentuknya MEE 2. Menjelaska tujuan pembentukan MEE 3. Mengetahui bagaimana struktur organisasi MEE BAB II PEMBAHASAN Masyarakat Ekonomi Eropa MEE Uni Eropa European Union 1. Terbentuknya MEE Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Eropa mengalami kemiskinan dan perpecahan. Usaha untuk mempersatukan Eropa sudah dilakukan. Namun, keberhasilannya bergantung pada dua negara besar, yaitu Prancis dan Jerman Barat. Pada tahun 1950 Menteri Luar Negeri Prancis, Maurice Schuman berkeinginan menyatukan produksi baja dan batu bara Prancis dan Jerman dalam wadah kerja sama yang terbuka untuk negara-negara Eropa lainnya, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya perang. Keinginan itu terwujud dengan ditandatanganinya perjanjian pendirian Pasaran Bersama Batu Bara dan Baja Eropa atau European Coal and Steel Community ECSC oleh enam negara, yaitu Prancis, Jerman Barat Republik Federal Jerman-RFJ, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Italia. Keenam negara tersebut selanjutnya disebut The Six State. Keberhasilan ECSC mendorong negara-negara The Six State membentuk pasar bersama yang mencakup sektor ekonomi. Hasil pertemuan di Messina, pada tanggal 1 Juni 1955 menunjuk Paul Henry Spaak Menlu Belgia sebagai ketua komite yang harus menyusun laporan tentang kemungkinan kerja sama ke semua bidang ekonomi. Laporan Komite Spaak berisi dua rancangan yang lebih mengintegrasikan Eropa, yaitu 1. membentuk European Economic Community EEC atau Masyarakat Ekonomi Eropa MEE; 2. membentuk European Atomic Energy Community Euratom atau Badan Tenaga Atom Eropa. Rancangan Spaak itu disetujui pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma dan kedua perjanjian itu mulai berlaku tanggal 1 Januari 1958. Dengan demikian, terdapat tiga organisasi di Eropa, yaitu ECSC, EEC MEE, dan Euratom EAEC. Pada konferensi di Brussel tanggal 22 Januari 1972, Inggris, Irlandia, dan Denmark bergabung dalam MEE. Pada tahun 1981 Yunani masuk menjadi anggota MEE yang kemudian disusul Spanyol dan Portugal. Dengan demikian keanggotaan MEE sebanyak 12 negara. MEE merupakan organisasi yang terpenting dari ketiga organisasi tersebut. Bukan saja karena meliputi sektor ekonomi, melainkan juga karena pelaksanaannya memerlukan pengaturan bersama yang meliputi industri, keuangan, dan perekonomian. 2. Tujuan Pembentukan Organisasi MEE MEE menegaskan tujuannya, antara lain 1. integrasi Eropa dengan cara menjalin kerja sama ekonomi, memperbaiki taraf hidup, dan memperluas lapangan kerja; 2. memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas serta keseimbangan perdagangan antarnegara anggota; 3. menghapuskan semua rintangan yang menghambat lajunya perdagangan internasional; 4. meluaskan hubungan dengan negara-negara selain anggota MEE. Untuk mewujudkan tujuannya, MEE membentuk Pasar Bersama Eropa Comman Market , keseragaman tarif, dan kebebasan bergerak dalam hal buruh, barang, serta modal. 3. Struktur Organisasi MEE Organisasi MEE memiliki struktur organisasi sebagai berikut. a Majelis Umum General Assembly atau Dewan Eropa European Parliament Keanggotaan Majelis Umum MEE berjumlah 142 orang yang dipilih oleh parlemen negara anggota. Tugasnya memberikan nasihat dan mengajukan usul kepada Dewan Menteri dan kepada Komisi tentang langkah-langkah kebijakan yang diambil, serta mengawasi pekerjaan Badan Pengurus Harian atau Komisi MEE serta meminta pertanggungjawabannya. b Dewan Menteri The Council Dewan Menteri MEE mempunyai kekuasaan tertinggi untuk merencanakan dan memberikan keputusan kebijakan yang diambil. Keanggotaannya terdiri atas Menteri Luar Negeri negara-negara anggota. Tugasnya menjamin terlaksananya kerja sama ekonomi negara anggota dan mempunyai kekuasaan membuat suatu peraturan organisasi. Ketuanya dipilih secara bergilir menurut abjad negara anggota dan memegang jabatan selama enam tahun. c Badan Pengurus Harian atau Komisi Commision Keanggotaan Badan Pengurus Harian atau Komisi MEE terdiri atas sembilan anggota yang dipilih berdasarkan kemampuannya secara umum dengan masa jabatan empat tahun. Komisi berperan sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dan badan pelaksana MEE. Di samping itu komisi juga mengamati dan mengawasi keputusan MEE, memperhatikan saran-saran baru, serta memberikan usul dan kritik kepada sidang MEE dalam segala bidang. Hasil kerjanya dilaporkan setiap tahun kepada Majelis Umum General Assembly. d Mahkamah Peradilan The Court of Justice Keanggotaan Mahkamah Peradilan MEE sebanyak tujuh orang dengan masa jabatan enam tahun yang dipilih atas kesepakatan bersama negara anggota. Fungsinya merupakan peradilan administrasi MEE, peradilan pidana terhadap keanggotaan komisi, dan peradilan antarnegara anggota untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul di antara para negara anggota. Peradilan konstitusi berfungsi untuk menyelesaikan konflik perjanjian internasional. Untuk melancarkan aktivitasnya, Masyarakat Ekonomi Eropa membentuk beberapa organisasi baru, yaitu a Parlemen Eropa European Parliament; b Sistem Moneter Eropa European Monetary System; c Unit Uang Eropa European Currency Unit; d Pasar Tunggal Single Market. Menurut perhitungan suara referendum Prancis yang diselenggarakan pada tanggal 20 September 1992 tentang perjanjian Maastrich, menunjukkan bahwa 50,95% pemilih menyatakan setuju. Untuk mendirikan organisasi-organisasi tersebut pada tanggal 7 Februari 1992 di Maastrich, Belanda diadakan pertemuan anggota MEE. Hasil pertemuan itu dituangkan dalam sebuah naskah perjanjian yang disebut The Treaty on European Union TEU atau Perjanjian Penyatuan Eropa yang telah ditandatangani oleh Kepala Negara/Pemerintah di Maastrich, Belanda. Referendum dimaksudkan untuk mendapatkan persetujuan dari 12 negara anggota Masyarakat Eropa, yakni Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Luksemburg, Italia, Irlandia, Denmark, Portugal, Spanyol, dan Yunani. 4. Perubahan Masyarakat Ekonomi Eropa MEE menjadi Uni Eropa UE Melalui perjanjian Maastrich, ke–12 negara anggota Masyarakat Eropa dipersatukan dalam mekanisme Kesatuan Eropa, dengan pelaksanaan secara bertahap. The Treaty on European Union mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1993, setelah diratifikasi oleh semua parlemen anggota masyarakat Eropa. Mulai tahun 1999, Masyarakat Eropa hanya mengenal satu mata uang yang disebut European Currency Unit ECU atau European Union – EU. Beberapa bentuk perjanjian yang pernah dilakukan MEE harus mengalami beberapa kali amandemen. Hal itu berkaitan dengan bertambahnya anggota. Kenggotaan Uni Eropa terbuka bagi semua negara dengan syarat 1. negara tersebut berada di kawasan Benua Eropa; 2. negara tersebut harus menerapkan prinsip-prinsip demokrasi, penegakan hukum, menghormati hak asasi manusia HAM, dan bersedia menjalankan segala peraturan perundang-undangan Eropa. Pada tahun 2004 keanggotaan Uni Eropa berjumlah dua puluh lima negara. Sepuluh negara yang menjadi anggota baru Uni Eropa sebelumnya berada di wilayah Eropa Timur. Negara anggota Uni Eropa yang baru itu adalah Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Siprus, Republik Slovakia, dan Slovenia. Pada tahun 2007, Bulgaria dan Rumania juga diharapkan bergabung dengan Uni Eropa. Sementara itu, permintaan Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa masih ditangguhkan. Hal itu disebabkan Turki belum melaksanakan perubahan reformasi politik dan ekonomi di dalam negerinya. BAB III PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan masyarakat ekonomi eropaMEE kami banyak berharap para pembaca yang budiman mau memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. Read more
Sobat Zenius, elo pernah kebayang nggak gimana kehidupan orang-orang pada masa Perang Dunia? Semua negara yang terlibat dalam peperangan, mau itu negara yang diserang maupun yang menyerang, pasti merasakan kerugian yang nggak jauh beda, deh. Kehidupan masyarakatnya juga akan terganggu karena negaranya lagi nggak stabil. Korban jiwa banyak berjatuhan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Membayangkannya saja sudah sedih, ya …. Nah, keadaan seperti ini ternyata yang jadi alasan dibentuknya Masyarakat Ekonomi Eropa atau yang biasa disingkat MEE, lho! Elo bakalan ketemu sama materi ini di pelajaran sejarah kelas 12 dalam pembahasan Organisasi Ekonomi Regional And Global. Kira-kira, MEE itu apa sih? Supaya nggak berlama-lama lagi, langsung ikut gue membahasnya di artikel ini sampai habis, yuk! Apa itu MEE Masyarakat Ekonomi Eropa?Latar Belakang MEETujuan MEEAnggota MEEContoh Soal Masyarakat Ekonomi Eropa MEE Sebelum kita bahas mengenai latar belakang, tujuan, dan anggotanya, kita kenalan dulu sama pengertian MEE, ya! Jadi, apa itu MEE? Kita bahas dari namanya dulu, deh. MEE adalah singkatan dari Masyarakat Ekonomi Eropa yang merupakan salah satu organisasi internasional. Sesuai sama namanya, MEE merupakan kerjasama ekonomi yang fokusnya di negara Eropa. Bentuk kegiatan ekonominya seperti apa, tuh? Kegiatan yang paling menonjolnya itu adalah perdagangan bebas dan juga kerja sama yang dilakukan dengan berbagai sektor industri. Buat yang penasaran sama lambang MEE, elo bisa lihat logonya di bawah ini, nih! Lambang MEE, Organisasi Ekonomi khusus kawasan Eropa. dok. Materi Video Belajar Zenius Oh iya, MEE ini juga tergolong sebagai organisasi regional, lho. Maksudnya, organisasi ini cuma ada di wilayah tertentu. MEE berdasarkan kawasan wilayahnya termasuk organisasi yang basisnya di Eropa. Baca Juga Organisasi Ekonomi Regional dan Global Beserta Pengaruhnya – Materi Sejarah Kelas 12 Latar Belakang MEE Nah, sekarang kita masuk ke latar belakang MEE, ya. Sebuah organisasi berdiri tentu ada latar belakangnya dulu. Kira-kira, elo bisa tebak nggak apa yang melatarbelakangi pendirian dari organisasi ini? Seperti yang sudah sempat gue bahas sebelumnya, pada masa Perang Dunia, keadaan politik di negara Eropa nggak stabil. Apalagi kita tahu kalau dalam masa peperangan, banyak banget aspek yang dirugikan mulai dari aspek politik, sosial, hingga ekonomi. Terutama pada pasca Perang Dunia II, negara di Eropa mengalami kekacauan yang cukup serius pada ketiga aspek tersebut. Keadaan salah satu rumah di Inggris saat Perang Dunia II. dok. Wikimedia Commons Ibaratnya, negara-negara yang terlibat dan menjadi poros Perang Dunia pada saat itu nggak memikirkan perkembangan ekonomi negaranya, karena ya … yang dipikirkan hanya ingin memenangkan peperangan yang ada saja. Urusan dampaknya bisa nanti, deh! Lalu, setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945, baru deh dampak pasca peperangan terasa banget. Mulai dari fisik negara hancur dengan banyak korban jiwa yang berjatuhan, dan keadaan ekonomi juga nggak berjalan dengan baik. Karena dampak yang dirasakan itu, akhirnya negara-negara di Eropa mulai berpikir untuk memperbaiki kekacauan tersebut. Apalagi setelah peperangan usai, negara-negara ini memiliki keretakan hubungan antara satu sama lain karena adanya kubu-kubu yang terbentuk. Melihat kondisi hubungan yang renggang antara satu negara dan negara lain nggak bakal membawa dampak yang baik buat negara-negara di Eropa pada saat itu. Mereka berpikir, “Kita kan sama-sama negara Eropa, kita harusnya bersatu!” Dari kondisi itulah kemudian dibentuk Masyarakat Ekonomi Eropa atau yang disingkat menjadi MEE pada tahun 1957 di Roma, Italia. Peta persebaran anggota Masyarakat Ekonomi Eropa MEE. dok. Wikimedia Commons Eh, tapi awal terbentuknya juga nggak langsung jadi MEE, lho. Jadi, cikal bakal pembentukan MEE baru terjadi setelah Jerman Barat dan Perancis bekerja sama secara ekonomi, terutama di dalam industri baja dan besi. Melihat kerja sama yang dijalin oleh Jerman Barat dan Perancis, akhirnya ada beberapa negara di Eropa seperti Belanda, Belgia, Italia dan Luksemburg yang tertarik untuk melakukan kerja sama juga dengan negara lainnya. Kemudian, mereka menamakan kerja sama tersebut sebagai The Six States. Seiring berjalannya waktu, negara-negara tersebut berpikir kalau kerja sama yang dilakukan bisa dikembangkan lebih luas, nggak hanya terbatas untuk di bidang industri saja. Kerja sama tersebut kemudian dilebarkan ke sektor ekonomi. Apalagi mengingat pada pasca perang, kondisi ekonomi di suatu negara membutuhkan banyak sokongan dana dan juga aktivitas perdagangan untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Kemudian, Paul-Henri Spaak, seorang tokoh politikus, diplomat, dan negarawan Sosialis-Belgia memprakarsai ide kerja sama tersebut hingga akhirnya terbentuklah MEE melalui perjanjian Roma. Pada awal pembentukannya tahun 1957, MEE berfokus dalam bidang ekonomi yang meliputi perdagangan dan industri. Namun dalam perkembangannya, MEE berganti nama menjadi Uni Eropa yang kita kenal sekarang pada tahun 1994. Mengapa MEE berubah nama jadi Uni Eropa? Hal itu dilakukan untuk memperluas kerjasama dan menambahkan kerjasama politik juga. Kalau elo mau tahu tujuan dan siapa saja anggota Uni Eropa sekarang, elo bisa kepoin jawabannya di artikel Tujuan dan Anggota Uni Eropa – Materi Sejarah Kelas 12, ya! Tujuan MEE Lalu, apa tujuan dibentuknya MEE? Pada dasarnya, MEE memiliki empat tujuan utama, yaitu Menciptakan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa. Tujuan yang pertama jelas untuk menciptakan kerja sama dalam bidang ekonomi. Ini sudah sempat gue bahas juga sebelumnya, di mana negara-negara Eropa pada saat itu merasakan dampak yang cukup merugikan dalam berbagai aspek, salah satunya ekonomi. Maka dari itu, kerja sama ini akan sangat membantu mengembalikan keseimbangan ekonomi di negara-negara tersebut. Meningkatkan perdagangan bebas. Maksudnya gimana, tuh? Maksudnya di sini yaitu negara-negara yang bekerja sama bisa melakukan kegiatan impor, ekspor, dan bea cukai. Karena dengan adanya perjanjian untuk melakukan perdagangan bebas, hambatan ekonomi yang sedang dialami akan bisa diatasi dengan lebih lancar, mengingat negara-negara ini berada dalam satu organisasi yang sama. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pasca perang dunia, pertumbuhan ekonomi negara-negara di Eropa rasanya mandek. Maka dari itu, mereka sadar kalau masalah ekonomi negaranya nggak segera diatasi, wah, bisa jadi semakin kacau nantinya. Dorongan tersebut yang kemudian menyebabkan mereka setuju untuk menjalin kerja sama dengan negara lainnya. Meningkatkan solidaritas negara-negara Eropa. Dengan adanya kerja sama yang saling menguntungkan antara satu negara dengan negara lainnya, maka solidaritas tentu juga akan meningkat. Apalagi kerja sama yang dilakukan juga dikuatkan dengan perjanjian-perjanjian, sehingga ada rasa saling percaya dan saling mendukung untuk menjaga solidaritas tersebut tetap berjalan. Baca Juga Teori Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli – Materi Ekonomi Kelas 11 Anggota MEE Elo penasaran nggak sih, kira-kira siapa saja nih yang tergabung menjadi anggota MEE saat ini? Pada awal terbentuknya, MEE punya delapan anggota, yaitu Anggota MEE dok. Materi Video Belajar Zenius Nah, delapan negara yang tergabung ke dalam MEE seperti yang tertulis di dalam gambar di atas itu kemudian mengalami penambahan ketika MEE berganti nama menjadi Uni Eropa. Penasaran sebanyak apa negara yang bergabung lagi? Liat ilustrasi di bawah ini, ya! Anggota MEE ketika berubah menjadi Uni Eropa. dok. Materi Video Belajar Zenius Yang dulu awalnya hanya punya delapan anggota, sekarang MEE punya 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Oh iya, ada negara yang sebelumnya bergabung tapi memutuskan buat keluar, lho. Negara tersebut adalah Inggris. Kenapa Inggris keluar dari MEE? Salah satu alasannya karena dengan keluarganya Inggris dari MEE/Uni Eropa, Inggris bisa menjadi negara yang lebih demokratis lagi dan mendapat kebebasan untuk melakukan negosiasi perjanjian perdagangan yang jauh lebih liberal dengan negara dunia ketiga. Terus, gimana struktur organisasi MEE? MEE punya struktur organisasi yang terbagi menjadi empat, yaitu The Council of the European Union Dewan Uni EropaThe European Commission Komisi EropaThe European Court of Justice Pengadilan EropaThe European Parliament Parlemen Eropa Keempat struktur organisasi ini menjalani tugas dan fungsi eksekutif, administratif, legislatif, dan yudikatif. Contoh Soal Masyarakat Ekonomi Eropa MEE Sebelum kita akhiri pembahasan di artikel ini, gue mau ajak elo refresh otak dulu dengan coba menjawab contoh soal di bawah ini, ya! Soal pertama Kapan dan di mana Masyarakat Ekonomi Eropa MEE dibentuk? A. 1957 di Perancis B. 1958 di Jerman Barat C. 1957 di Roma D. 1958 di Denmark E. 1957 di Belanda Jawaban yang benar adalah c. MEE dibentuk pada tahun 1957 di Roma. Soal kedua Manakah dari negara di bawah ini yang bukan menjadi bagian dari anggota The Six States? A. Jerman dan Perancis B. Belanda dan Belgia C. Italia dan Luksemburg D. Spanyol dan Bulgaria E. Perancis dan Belanda Jawaban yang benar adalah d. Spanyol dan Bulgaria bukan merupakan anggota The Six States, melainkan anggota MEE yang bergabung setelah MEE berganti nama menjadi Uni Eropa pada tahun 1994. Wah, ternyata seru banget ya membahas tentang Masyarakat Ekonomi Eropa ini! Semoga saja pembahasan di atas membantu elo buat semakin mengerti tentang materi ini, ya. Kalau elo mau belajar lebih banyak tentang materi serupa, elo bisa belajar melalui materi video belajar Zenius yang tersedia di website maupun aplikasi Zenius, lho. Buat lebih lengkapnya, tonton video belajar dengan klik banner di bawah ini, yuk! ***
Uploaded byAryanti 0% found this document useful 0 votes375 views7 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes375 views7 pagesMasyarakat Ekonomi EropaUploaded byAryanti Full descriptionJump to Page You are on page 1of 7Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
makalah masyarakat ekonomi eropa